
Jakarta — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (ticker: SIDO) mengejutkan pasar dengan pengumuman pembagiatau setara Rp 22 per saham, untuk tahun buku 2025.
Distribusi ini akan didahului oleh persetujuan resmi direksi dan dewan komisaris pada 29 Oktober 2025.
Apa yang Menjadi Latar?
- SIDO mencatat laba bersih hingga kuartal III 2025 sebesar Rp 818,54 miliar, naik sekitar 5 % dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
- Pendapatan konsolidasi naik menjadi sekitar Rp 2,72 triliun, didukung oleh pertumbuhan segmen jamu herbal dan suplemen.
- Pembagian dividen ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, sambil tetap menjaga kinerja keuangan yang solid.
Jadwal Pembagian Dividen
Berikut rangkaian jadwal yang wajib dicatat oleh para pemegang saham SIDO:
- Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 10 November 2025
- Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 11 November 2025
- Cum Dividen Pasar Tunai: 12 November 2025 (juga sebagai recording date daftar pemegang saham)
- Ex Dividen Pasar Tunai: 13 November 2025
- Tanggal Pembayaran Dividen: 20 November 2025
Implikasi Untuk Pemegang Saham
- Dengan dividen Rp 22 per saham dan asumsi harga saham pada level sekitar Rp 565, potensi dividend yield disebut berada di kisaran 3,9 %.
- Bagi investor yang sudah memiliki saham SIDO sebelum cum dividen, ini bisa jadi tambahan cuan langsung dari pendapatan tunai, selain potensi capitalgain dari pergerakan harga saham.
- Bagi yang belum memiliki atau menimbang untuk membeli, penting dicatat bahwa ex-dividen akan terjadi sebelum tanggal recording — setelah ex dividen, harga saham biasanya menyesuaikan dengan jumlah yang dibayarkan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Meski laba naik dan dividen besar, kinerja kuartal demi kuartal tetap mengalami fluktuasi; misalnya, ada indikasi penurunan kinerja secara kuartal sebelumnya.
- Bagi investor baru: tanggal recording (12 November) adalah titik cut-off untuk hak atas dividen — saham yang dibeli setelah tanggal tersebut tidak memperoleh dividen ini.
- Dividen besar bukan jaminan harga saham langsung melejit — tetap diperlukan analisis fundamental dan pasar secara keseluruhan.
